Televisi Republik Indonesia (TVRI) is Indonesia’s national public broadcasting organization and the country’s oldest television network. Established in 1962, TVRI provides nationwide public broadcasting services, specializing in news and current affairs, education, culture, sports, documentaries, and public interest programming.
Through its national channels; TVRI Nasional, TVRI World, and TVRI Sport, as well as 34 regional stations across the archipelago, TVRI operates the most extensive terrestrial television network in Indonesia, serving audiences throughout the country. The organization employs approximately 4,500 personnel nationwide.
TVRI has played a pivotal role in Indonesia’s broadcasting history, including delivering the nation’s first television transmission during the 1962 Asian Games. For more than six decades, TVRI has remained committed to informing, educating, and entertaining the public while preserving and promoting Indonesia’s cultural heritage and national identity. Through TVRI World, the broadcaster also serves as a platform for presenting Indonesia’s perspectives, culture, and achievements to international audiences.
As a public broadcasting institution funded primarily through the State Budget of the Republic of Indonesia, TVRI is dedicated to producing innovative, high-quality content that consistently earns strong public trust and recognition. The organization has received numerous national awards and accolades for excellence in broadcasting, journalism, and public service media.
TVRI actively participates in international broadcasting organizations and professional networks, fostering collaboration, knowledge exchange, and innovation in program production and media development. Supported by the strategic direction of its Board of Supervisors and Board of Directors, TVRI continues to strengthen its role as a trusted public broadcaster while advancing production standards in line with global best practices.
In recognition of its broadcasting capabilities and organizational excellence, TVRI successfully hosted the ABU Asia-Pacific Robot Contest (ABU Robocon) in 2015 and has once again been entrusted with the honor of hosting ABU Robocon 2027 in Indonesia. This appointment is a testament to the trust placed by the international broadcasting community in TVRI’s proven capacity to successfully organize global-scale events that foster innovation, education, and technological development throughout the Asia-Pacific region.
Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah lembaga penyiaran publik nasional Indonesia sekaligus jaringan televisi pertama dan tertua di Indonesia. Didirikan pada tahun 1962, TVRI menyelenggarakan layanan penyiaran publik yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan fokus pada program berita dan aktualitas, pendidikan, kebudayaan, olahraga, dokumenter, serta berbagai program yang berorientasi pada kepentingan publik.
Melalui kanal TVRI Nasional, TVRI World, TVRI Sport, serta 34 stasiun penyiaran daerah yang tersebar di seluruh nusantara, TVRI mengoperasikan jaringan televisi terestrial terluas di Indonesia dan melayani masyarakat dari berbagai latar belakang sosial, budaya, dan geografis. Saat ini TVRI didukung oleh sekitar 4.500 pegawai yang tersebar di seluruh Indonesia.
TVRI memiliki peran penting dalam sejarah penyiaran Indonesia, termasuk menyiarkan siaran televisi pertama Indonesia pada penyelenggaraan Asian Games tahun 1962. Selama lebih dari enam dekade, TVRI secara konsisten menjalankan mandatnya untuk memberikan informasi, edukasi, dan hiburan yang berkualitas kepada masyarakat, sekaligus menjaga, melestarikan, dan mempromosikan kekayaan budaya serta identitas nasional Indonesia. Melalui TVRI World, TVRI juga menjadi jendela Indonesia bagi dunia dengan menghadirkan berbagai perspektif, budaya, dan capaian bangsa Indonesia kepada audiens internasional.
Sebagai lembaga penyiaran publik yang didanai terutama melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), TVRI berkomitmen untuk menghasilkan konten yang inovatif, berkualitas tinggi, dan terpercaya. Berbagai program TVRI secara konsisten memperoleh tingkat kepercayaan publik yang tinggi serta mendapatkan berbagai penghargaan nasional di bidang penyiaran, jurnalistik, dan pelayanan publik.
TVRI secara aktif berpartisipasi dalam berbagai organisasi dan forum penyiaran internasional sebagai sarana untuk memperkuat kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan inovasi dalam produksi program dan layanan media. Dengan dukungan dan arahan strategis dari Dewan Pengawas serta Direksi, TVRI terus memperkuat posisinya sebagai lembaga penyiaran publik yang terpercaya dan relevan, sekaligus meningkatkan standar produksi sesuai dengan praktik terbaik di tingkat global.
Sebagai pengakuan atas kapasitas penyelenggaraan dan kompetensi penyiarannya, TVRI telah sukses menjadi tuan rumah Asia-Pacific Broadcasting Union Robot Contest (ABU Robocon) pada tahun 2015 dan kembali memperoleh kehormatan untuk menjadi tuan rumah ABU Robocon 2027 di Indonesia. Penunjukan ini mencerminkan kepercayaan komunitas penyiaran internasional terhadap kemampuan TVRI dalam menyelenggarakan acara berskala global yang mendorong inovasi, pendidikan, dan pengembangan teknologi di kawasan Asia-Pasifik.
The Ministry of Higher Education, Science, and Technology (Kemdiktisaintek) is a ministry of the Government of Indonesia responsible for formulating and implementing national policies in higher education, science, technology, and innovation. Formerly known as the Ministry of Research, Technology, and Higher Education (Kemenristekdikti), the institution was restructured in 2024 to strengthen the integration of higher education with scientific and technological advancement.
Kemdiktisaintek plays a strategic role in enhancing the quality and competitiveness of Indonesia’s higher education system, fostering research and innovation, and accelerating the development of science and technology to support national development. The Ministry is committed to creating an inclusive, adaptive, and impactful ecosystem for higher education, science, and technology, contributing to the realization of Indonesia Emas (Golden Indonesia) 2045.
Kemdiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi) adalah Kementerian pemerintah Indonesia yang bertugas mengoordinasikan kebijakan riset, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan tinggi. Sebelumnya dikenal sebagai Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), lembaga ini direstrukturisasi pada tahun 2024 untuk memperkuat integrasi pendidikan tinggi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kemenristekdikti memainkan peran strategis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sistem pendidikan tinggi Indonesia, mendorong penelitian dan inovasi, serta mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional. Kementerian berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang inklusif, adaptif, dan berdampak bagi pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, dan teknologi, yang berkontribusi pada realisasi Indonesia Emas 2045.
The Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) is the biggest broadcasting union in the world. Through its members’ network, the ABU can reach 3 billion people across the Asia– Pacific region.
The Union was established in 1964 as a non-profit, non-governmental, non- political, professional association with mandate to assist the development of broadcasting in the region. ABU promotes the collective interests of television and radio broadcasters as well as key industry players and facilitate regional and international media co-operation. In the last decade, the Union has become a global player in using media for social development and nation-building. The ABU flagship outreach campaigns on gender empowerment and climate action and disaster preparedness have won the backing of numerous governments and the support of international organisations.
Currently, the ABU has 225 member in 66 countries on four continents. The ABU runs a wide range of services, including the daily Asiavision TV news exchange, several co-productions, program exchanges and technical, programming, legal and management consultancies, as well as industry and international conferences and an international frequency planning and coordination. The Union negotiates rights for major sports events and organises their coverage for the region. It also runs the prestigious annual ABU Prizes, TV Song and Radio Song Festivals.
ABU is a member of the World Broadcasters’ Union and works closely with the other regional broadcasting unions on matters of common concern such as reserving frequencies for broadcasters, harmonisation of operating and technical broadcasting standards and systems and finalising the Broadcasting Treaty.
Keeping everyone abreast of what we do is the ABU website and the quarterly publications- ABU News and ABU Technical Review.
Persatuan Penyiaran Asia-Pasifik (ABU) adalah persatuan penyiaran terbesar di dunia. Melalui jaringan anggotanya, ABU dapat menjangkau 3 miliar orang di seluruh wilayah Asia-Pasifik.
Persatuan ini didirikan pada tahun 1964 sebagai asosiasi profesional nirlaba, non-pemerintah, dan non-politik dengan mandat untuk membantu pengembangan penyiaran di wilayah tersebut. ABU mempromosikan kepentingan kolektif para penyiar televisi dan radio serta para pemain industri utama dan memfasilitasi kerja sama media regional dan internasional. Dalam dekade terakhir, Persatuan ini telah menjadi pemain global dalam menggunakan media untuk pembangunan sosial dan pembangunan bangsa. Kampanye unggulan ABU tentang pemberdayaan gender dan aksi iklim serta kesiapsiagaan bencana telah mendapatkan dukungan dari banyak pemerintah dan organisasi internasional.
Saat ini, ABU memiliki 225 anggota di 66 negara di empat benua. ABU menjalankan berbagai layanan, termasuk pertukaran berita TV Asiavision harian, beberapa produksi bersama, pertukaran program, dan konsultasi teknis, pemrograman, hukum, dan manajemen, serta konferensi industri dan internasional, dan perencanaan serta koordinasi frekuensi internasional. Serikat ini menegosiasikan hak siar untuk acara olahraga besar dan mengatur liputannya untuk wilayah tersebut. Serikat ini juga menyelenggarakan ABU Prizes tahunan yang bergengsi, Festival Lagu TV dan Radio.
ABU adalah anggota dari World Broadcasters’ Union dan bekerja sama erat dengan serikat penyiaran regional lainnya dalam hal-hal yang menjadi perhatian bersama seperti reservasi frekuensi untuk penyiar, harmonisasi standar dan sistem penyiaran operasional dan teknis, serta finalisasi Perjanjian Penyiaran.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai kegiatannya, ABU menerbitkan situs web dan publikasi triwulanan – ABU News dan ABU Technical Review.
The Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) is the world’s largest association of broadcasters, bringing together television, radio, and digital media organizations across Asia and the Pacific. Established in 1964, ABU promotes cooperation, professional development, content exchange, and technological innovation among its members. The organization supports broadcasting excellence through training, knowledge sharing, and collaborative projects, while fostering mutual understanding among diverse cultures and communities. ABU also organizes major international initiatives, including the ABU Asia-Pacific Robot Contest (ABU Robocon), inspiring young people through education, technology, creativity, and cross-border collaboration.
Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) adalah organisasi penyiaran terbesar di dunia yang merupakan Perhimpunan berbagai organisasi televisi, radio, dan media digital dari kawasan Asia dan Pasifik. Didirikan pada tahun 1964, ABU mendorong kerja sama, pengembangan profesional, pertukaran konten, serta inovasi teknologi di antara para anggotanya. Organisasi ini mendukung keunggulan di bidang penyiaran melalui pelatihan, berbagi pengetahuan, dan berbagai proyek kolaboratif, sekaligus mendorong saling pengertian di antara masyarakat dan budaya yang beragam. ABU juga menyelenggarakan berbagai inisiatif internasional berskala besar, termasuk ABU Asia-Pacific Robot Contest (ABU Robocon), yang menginspirasi generasi muda melalui pendidikan, teknologi, kreativitas, dan kerja sama lintas negara.
ABU Asia-Pacific Robot Contest (ABU Robocon) is an international university robotics competition organized by the Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU). Each year, student teams from across the Asia-Pacific region design, build, and operate robots to complete challenges based on a unique theme. More than a competition, ABU Robocon promotes engineering excellence, innovation, teamwork, and cross-cultural exchange. Since 2002, it has inspired generations of young engineers to transform creative ideas into practical solutions while competing on a global stage.
ABU Asia-Pacific Robot Contest (ABU Robocon) adalah kompetisi robotika tingkat universitas yang diselenggarakan oleh Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU). Setiap tahun, tim mahasiswa dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik merancang, membangun, dan mengoperasikan robot untuk menyelesaikan tantangan berdasarkan tema yang berbeda dan unik setiap tahunnya. Lebih dari sekadar kompetisi, ABU Robocon mendorong keunggulan di bidang teknik, inovasi, kerja sama tim, dan pertukaran budaya. Sejak tahun 2002, ABU Robocon telah menginspirasi generasi muda calon insinyur untuk mengubah ide-ide kreatif menjadi solusi nyata sekaligus berkompetisi di tingkat internasional.